Selasa, 28 Juni 2011

SyUkUr ItU NiKmAt,,
Terima kasih ya Rabb,,,,Sunggug indah nikmatMU,kesempatan  indah tuk huni bumi ini,kesempatan merasakan kasih sayang dan ksempatan tuk mengenal pahitnya empedu,maninya madu,indahnya hidup,sulitnya menempuh cobaan hidup,,
Hidup tak semestinya dihiasi dengan yang indah-indah dan manis saja,warnanya juga tidak selalu cantik-cantik,dan cerita-cerita.Sesekali ada warna suram mewarai hidup,tak kurang juga warna-warna ceria yang pastinya enantiasa jadi dambaan.Diberi pilihan pastinya yang ceria,indah,dan manis saja,hingga terlupa akan janji padaNYA.Hidup memang harus diuji harus ada gradasi warna dan rasa.
Warna ceria pastinya membahagiakn,bisa buat hati tersenyum manis sekali,serasa tak ingin membiarkan berlalu begitu saja.Warna suram,hadirnya kadang kala mengundang resah,tak kurang juga kadang kala mengundang gerimis di hati.
Warna ceria dan suram,ku biarkan kau tuk singgah disini mewarnai kanvas kehidupan ini,biarlah warna ceria dan suram ini saling mewarnai hidup ini.Kitalah yang diamanahkan tuk mengatur warna-warna ini,agar tumbuh jalinan berbagai rasa : gembira,sedih,bahagia,usah,sakit,lapang,duka dan masih banyak lgi rasa yang mungkin singgah di hidup ini.
Ini menjadi sebuah 1 lukisan hidup yang cukup menarik dan indah tuk disimpan,ditatap,dan dikenang di kemudian hari,,,,,,,,

HaVE A NIcE DaY TeMaN,,,,,,,,,,,TeTEp SeMaNgAt YAw,,,,,,,,,,

Minggu, 12 Juni 2011

MaNiSaN CaRiCA KhAS WONOSOBO

MiNuman Khas Kota WONOSOBO ini ..beuh enakny Luar Biasa,,,
aYo rAsaKan betapa Lezatnya,,,
yanG Belum PeRnah nyoba,,,aYo segera coba!!

Sabtu, 11 Juni 2011

Edisi Resep

Resep Mie Ongklok – Wonosobo

resep mie ongklok
resep mie ongklok
Bahan
  • 300 gram mi basah/mi telur, rebus sesuai petunjuk kemasan
  • 3 sdm minyak untuk menumis
Haluskan
  • 4 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • ½ sdt merica butir
  • 1 sdt garam

  • 100 gram daging sapi rebus, potong-potong
  • 4 lembar daun kol, iris kol
  • ½ ikat daun bawang kucai, iris 2 cm
  • 750 ml kaldu daging
  • 3 sdm kecap manis
  • 1 sdm tepung kanji, larutkan dengan sedikit air
Cara membuat
  1. panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan potongan daging rebus. Tambahkan kol, daun bawang kucai, dan kaldu daging. Masak sampai mendidih.
  2. bubuhkan kecap manis, masukkan mie basah. Aduk-aduk, kentalkan dengan larutan tepung kanji. Angkat.
  3. Bisa ditambahkna dengan sate agar terasa lebih lezat.

Untuk 4 orang 
 Pengen rasain betapa enaknya mie ongklok khas wonosobo ini,,
ayo segera kunjungi kota WONOSOBO,,dijamin gk bakal nyesel deh,,,

Jumat, 10 Juni 2011

KhItAn BagI KauM hAwA,,,


KHITAN BAGI PEREMPUAN,,,,,

Kata” khitan”merupakan dasar(masdar )dari kata khatana(memotong).Secara istilah,khitan sendiri dapat di artikan pemotong kulit yang menutupi bagian kepala kemaluan laki-laki ataupun perempuan.Dalam kihtan perempuan lebih dikenal dengan khifadh,yang dimana khitan merupakan salah satu syiar islam. Praktik ini sudah berjalan sagat lama,buktinya adalah tersebarnya praktik ini dalam banyak wilayah dunia yang sudah memiliki peradaban masing-masing dan  tentunya perbedaan kaekteristik.Khitan merupakan praktek yang telah dilegalkan dalam syariat(masyru’).Alquran tidak menyinggung pembahasan tentang khitan secara khusus,namun secara umum praktik ini termasuk salah satu ajaran(millah)Nabi Ibrahim a.s yang harus diteladani dan diikuti oleh umat  Muhammad.
Pro dan kontra khitan perempuan
       Praktik khitan,terutama tentang kitan pada perempuan yang telah berjalan sekian lama dalam berbagai masyarakat dunia.sedikit mendapat sorotan.Hal ini menjadi serius karena WHO (World Health Organization),salah satu badan PBB yang menangani masalah kesehatan dunia,telah melarang khitan perempuan.Mereka mendasarkan pernyataan ini minimal pada dua argument,yaitu alas an kesehatan dan pelanggaran hak asasi manusia.Khitan pada pereempuan bukan saja bertentangan pada HAM denagan merusak hak reproduksi perempuan,melainkan juga praktiki ini akan merampas kesehatan serta kepuasan seksual kaum perempuan.Di Indonesia praktik praktik ini dianggap melanggar dengan Undang-undang(UU) No.39 Th.1999 pasal 46 Butir C yang menegaskan hak khusus yang ada pada diri wanita dikarenakan fungsi reproduksi,harus dijamin dan dilindungi oleh hokum.Dengan berlandaskandasar hokum di atas,sebagian pihak berusaha menyudutkan islam dari sisi ajaran ini.Lantas bagaimana pendapat anda????

Hukum khitan perempuan
Seperti yang telah diketahui bahwasanya khitan juga berlaku untuk kaum hawa yang biasa disebut dengan istilah khifadh.dalam sebuah hadis Nabi saw,menuturkan:
الختان سنة جل مكرمة للنساء
 “Khitan itu sunah bagi laki-laki dan perbuatan mulia bagi perempuan”(HR Ahamad )
Pendapat yang shahih dan masyhur dari Imam Syafi’I hukum khifadh bagi wanita adalah wajib dengan alas an yang telah dituturkan diatas.sedang menurut Imam Ahmad bin Hanbal,menyatakn khifadh merupakan peerbuatan mulia bagi perempuan dan tidak wajib.namun demikian,khifadh merupakan bagian dari tradisi syariat.Riwayat lain menyebutkan bahwa khifadh wajib hukumnya,sedang pendapat Imam Abu Hanifah,Imam Malik Bin Anas dan beberapa pengikut Imam Syafi’imenyatakn bahwa khitab permpuan sunah hukumnya sebagimana disunahkan bagi laki-laki.Dengan demikian,secara  berurutan,pandangan ulama tentang khifadh pada perempuan adalah wajib,sunah,atau hanya sebatas perbuatan mulia saja.

Bagian mana yang dikhitan?
       Beberapa  Negara di belahan dunia telah memberlakukan kifadh dengan praktik yang variatif.Ada yang menghilangkan ujung klitoris(kalentit).ada juga yang melakukanya dengan menususuk ujung  klitorisnya dengan menggunakan jarum.Selain itu ada praktik khifadh dengan membuang sebgaian klitoris atau keseluruhan.Namun,yang lebih ekstrim lagi adalah system mutilasi alat kelamin wanita yaitu dengan meotong bibir kecil(labia minora)dan menjahit bibir besar(labia mayora)dan membuang seluruh klitoris.Sebenarnya metode khifadh sudah diatur dalam syariat islam.Nabi saw pernah mengutarakannya pada Ummu ‘Athiyyah,seorang tukang khitan di madinah dalam sebuah hadisnya :
اخفضي ولا تفهكي فاء نه أنضر للو جهه وأحظى عند الزوح
“Khifadhlah dan jangan berlebihan karena tidak berlebihan dalam khifadh dapat menjadikan wajah lebih ceria dan lebih nikmat bagi suami dalam berhubungan badan.(H.R AL HAKIM )
Menurut Ibnu Qayim,alat kelamin wanita terdiri dari 2 bagian.Bagian pertama adalah symbol kegadisannya(selaput dara).yang kedua adalah  bagian yang harus dipotong 9klitoris)bentukny aseperti jengger ayam yang terletak diantara bibir vagina bagian atas.Jika dipotong,sisanya  akan menyerupai biji kurma.Dengan demikian larangan PBB pada khitan perempuan perlu dipertimbangkan lagi.Karean apa yang mereka nyatakan hanyala berdasar pada sebagian praktik saja.Itupun belum tentu  kalau apa yang mereka jadikan dasar adalah berdasarkan ajaran islam,melainkan atas dasar budaya semata.Dari hadis atas banyak sekali hikmah yang terselubung dalam tasyri’khifadh bagi wanita,baik dari aspek kesehatan maupun psikologis.dalam  dunia medis terbukti Epidemologi mengaitkan terjangkitnya kanker rahim(kanker serviks)dengan kondisi tidak dikhitannya pasangan wanita saat berhubungan intim.HPV(Human  papilloma virus)yang menular melalui hubungan seksual juga dihubungkan dengan pengembangan kanker leher rahim.Wanita yang tidak dikhitan dapat menimbulkan penyakit bagi suami bila bersetubuh karena kelentitnya akan mengeluarkan smegma yang berbau busuk dan dapat merangsang timbulnya kanker penis dan kanker leher rahim.Selain itu,khifadh erat kaitanya dengan kondisi psikis wanita.Pemotongan klitoris sesuai anjuran Nabi saw . dapat menstabilakn libido wanita sebagai langkah awal pencegahan hubungan badan di luar nikah(zina).Hubungan seksualpun akna lebih terasa nikmat sehingga mampu menjaga utuhnya keharmonisan rumah tangga.Namun jika khifadh dilakukan secara berlebihan dengan membuang seluruh klitoris justru berdampak pada lemahnya syahwat wanita
          Tata aturan khitan perempuan yang diajrakn oleh Nabi saw merupakan tata aturan yang moderat ditengah-tengah.Praktik khitan pada perempuan dapat dijadikan penyeimbang nafsu perempuan atas laki-laki.Nafsu ibarat api ,jika terlalu besar akan mengakibatkan kebakaran ,tapi jika terlalu kecil masakan tidak kunjung matang.Nafsu seks,walaupun menjadi bagian esensial (asasi)manusia,tidak selayaknya dibiarkan secara membabi buta.Nafsu seks,sebagaimana nafsu-nafsu lainya hendakny adikendaikam dan dikontrol secara sempurna untuk diarahkan kepada kataatan kepada Allah.Islam mengajarkan perkawinan sebagai untuk mengeruk pahala sebesar-besarnya.Bukan hanya sebagia pelampiasan kebutuhan bilogis,.
















Rabu, 08 Juni 2011

Sholawat Yawaridal

يَا وَارِدَ الاُنسِ وَالاَفرَاحِ فِي السَّحَرِ     اَزَحتَ مَابِفُؤَا دِى مِن لَظَى الكَدَرِ

نَاشَد تُكَ اللهَ هَل جُزتَ العَقِيقَ وَهَل     مَرَرتَ بِاالاَرضِ ذَاتِ المَاءِ وَالشَّجَرِ

اَرضٍ بِهَا سُحُبُ الاِفضَالِ مُمطِرَةٌ     مُحضَرَّةِ التُّربِ بِا الاَعشَأبِ وَالزَّهَرِ

بِهَا المَسَرَّةُ وَالاَ فـــرَاحُ دَائِــــمَـةٌ     يَا فَوزَ سُكَّـا نِهَــا بِاالــخَيرِ وَالــــظَّفَرِ

اِنِّي لَاَذ كُرُهَـــا يَومً وَبِى حَـــزَ نٌ    فَيَر حَلَ الحُزنُ مِن قَـلبِى مَعَ الــضَّجَرِ

حَوَت حَبِـيـبًـا بِهِ الاَكوَانُ عَا طِرَةٌ     يَــضُوعُ رَ يَّــاهُ فِى سَهـلٍ وَفِى وَعَـرِ

بَـرًا سَحِيًّـا تَـقِـيًّــا سَـيِّدًا سَـــــــنَدَا     يُضِئُ فِى الكَونِ لِاَهلِ الكَونِ كَا القَمَرِ

Tak ada nada seindah sholwat,,
sholawat membwa berkah bagi smua orang yang menyukainya,,dan menagamlkanya

اللهم صل على سيدنا

,,,محمد

Minggu, 05 Juni 2011

dakwah vz menakut nakuti,,,(GUS MUS)

TELAGA » Kajian Tasawuf dan Tafsir

Dakwah vs Menakut-nakuti
21 April 2010 13:23:57 |  
 Oleh: Dr. KH. A. Mustofa Bisri

Seorang kawan budayawan dari satu daerah di Jawa Tengah yang biasanya hanya SMS-an dengan saya, tiba-tiba siang itu menelpon. Dengan nada khawatir, dia melaporkan kondisi kemasyarakatan dan keagamaan di kampungnya.
Keluhnya antara lain,“Kalau ada kekerasan di Jakarta oleh kelompok warga yang mengaku muslim terhadap saudara-saudaranya sebangsa yang mereka anggap kurang menghargai Islam, mungkin itu politis masalahnya. Tapi ini di kampung, Gus, sudah ada kelompok yang sikapnya seperti paling Islam sendiri. Mereka dengan semangat jihad, memaksakan pahamnya ke masyarakat. Sasarannya jamaah-jamaah di masjid dan surau. Rakyat pada takut. Bahkan, na’udzu billah, Gus, saking takutnya ada yang sampai keluar dari Islam. Ini bagaimana? Harus ada yang mengawani masyarakat, Gus. NU dan Muhammadiyah kok diam saja ya?”

Kondisi yang dilaporkan kawan saya itu bukanlah satu-satunya laporan yang saya terima. Ya, akhir-akhir ini sikap perilaku keberagamaan yang keras model zaman Jahiliyah semakin merebak. Hujjah-nya, tidak tanggung-tanggung seperti membela Islam, menegakkan syariat, amar makruf nahi munkar, memurnikan agama, dsb. Cirinya yang menonjol : sikap merasa benar sendiri dan karenanya bila bicara suka menghina dan melecehkan mereka yang tidak sepaham. Suka memaksa dan bertindak keras dan kasar kepada golongan lain yang mereka anggap sesat. Seandainya kita tidak melihat mereka berpakaian Arab dan sering meneriakkan “Allahu Akbar!”, kita sulit mengatakan mereka itu orang-orang Islam. Apalagi bila kita sudah mengenal pemimpin tertinggi dan panutan kaum muslimin, Nabi Muhmmad SAW.

Seperti kita ketahui, Nabi kita yang diutus Allah menyampaikan firman-Nya kepada hamba-hamba-Nya, adalah contoh manusia paling manusia. Manusia yang mengerti manusia dan memanusiakan manusia. Rasulullah SAW seperti bisa dengan mudah kita kenal melalui sirah dan sejarah kehidupannya, adalah pribadi yang sangat lembut, ramah dan menarik. Diam dan bicaranya menyejukkan dan menyenangkan. Beliau tidak pernah bertindak atau berbicara kasar.

روى البخاري عن أنس رضي الله عنه قال: لم يكن رسول الله صلى الله عليه وسلم سبابا ولا لماما ولا فاحشا
Sahabat Anas r.a yang lama melayani Rasulullah SAW, seperti diriwayatkan imam Bukhari, menuturkan bahwa Rasulullah SAW bukanlah pencaci, bukan orang yang suka mencela, dan bukan orang yang kasar.

وروى الترمذي عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه قال: لم يكن رسول الله صلى الله عليه وسلم فاحشا ولا متفاحشا ولا صخابا في الأسواق
Sementara menurut riwayat Imam Turmudzi, dari sahabat Abu Hurairah r.a: Rasulullah SAW pribadinya tidak kasar, tidak keji, dan tidak suka berteriak-teriak di pasar.

Ini sesuai dengan firman Allah sendiri kepada Rasulullah SAW di Q. 3: 159, “Fabima rahmatin minallaahi linta lahum walau kunta fazhzhan ghaliizhalqalbi lanfadhdhuu min haulika …” , Maka disebabkan rahmat dari Alllah, kamu lemah lembut kepada mereka. Seandainya kamu berperangai keras berhati kasar, niscaya mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu…”

Jadi, kita tidak bisa mengerti bila ada umat Nabi Muhammad SAW, berlaku kasar, keras dan kejam. Ataukah mereka tidak mengenal pemimpin agung mereka yang begitu berbudi, lemah- lembut dan menyenangkan; atau mereka mempunyai panutan lain dengan doktrin lain.

Atau mungkin sikap mereka yang demikian itu merupakan reaksi belaka dari kezaliman Amerika dan Yahudi/Israel. Kalau memang ya, bukankah kitab suci kita al-Quran sudah mewanti-wanti, berpesan dengan sangat agar kita tidak terseret oleh kebencian kita kepada suatu kaum untuk berlaku tidak adil. “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penegak-penegak kebenaran karena Allah (bukan karena yang lain-lain!), menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencian kalian terhadap suatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah; adil itu lebih dekat kepada takwa dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (Baca Q. 5: 9).

Hampir semua orang Islam mengetahui bahwa Rasulullah SAW diutus utamanya untuk menyempurnakan budi pekerti. Karena itu, Rasulullah SAW sendiri budi pekertinya sangat luhur (Q. 68: 4). Mencontohkan dan mengajarkan keluhuran budi. Sehingga semua orang tertarik . Ini sekaligus merupakan pelaksanaan perintah Allah untuk berdakwah. Berdakwah adalah menarik orang bukan membuat orang lari. (Baca lagi Q. 3: 159!). Bagaimana orang tertarik dengan agama yang dai-dainya sangar dan bertindak kasar tidak berbudi?

Melihat perilaku mereka yang bicara kasar dan tengik, bertindak brutal sewenang-wenang sambil membawa-bawa simbol-simbol Islam, saya kadang-kadang curiga, jangan-jangan mereka ini antek-antek Yahudi yang ditugasi mencemarkan agama Islam dengan berkedok Islam. Kalau tidak, bagaimana ada orang Islam, apalagi sudah dipanggil ustadz, begitu bodoh: tidak bisa membedakan antara dakwah yang mengajak orang dengan menakut-nakuti yang membuat orang lari. Bagaimana mengajak orang mengikuti Rasulullah SAW dengan sikap dan kelakuan yang berlawanan dengan sikap dan perilaku Rasulullah SAW?